Pacu Jalur Kuansing Mendunia: Tradisi Balap Sungai Riau Dilirik Dunia
RADAR KUANSING – Festival Pacu Jalur yang menjadi ikon budaya Kabupaten Kuantan Singingi (Kuansing), Riau, kembali mencuri perhatian publik, tak hanya di tingkat nasional tapi juga internasional. Tradisi tahunan yang telah berlangsung sejak abad ke-17 ini resmi masuk dalam daftar Warisan Budaya Takbenda (WBTb) Indonesia oleh Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan RI sejak 2014, dan kini mulai diperkenalkan ke panggung global lewat berbagai kerja sama budaya dan festival internasional.
Tahun ini, Festival Pacu Jalur di Tepian Narosa, Teluk Kuantan, digelar selama lima hari berturut-turut dari tanggal 21 hingga 25 Agustus 2025. Acara ini diikuti oleh lebih dari 190 jalur (perahu) yang masing-masing mewakili desa atau nagori di Kuansing, serta beberapa peserta tamu dari provinsi tetangga seperti Sumatera Barat dan Jambi.
Yang membuat perhelatan tahun ini berbeda, adalah kehadiran delegasi budaya dari Malaysia, Thailand, dan Jepang yang secara khusus datang untuk menyaksikan dan mempelajari tradisi ini. Bahkan, perwakilan dari Kedutaan Besar Malaysia di Jakarta secara resmi menyatakan ketertarikannya untuk membawa konsep Pacu Jalur ke festival sungai internasional yang akan digelar di negeri jiran tahun depan.
“Pacu Jalur bukan sekadar olahraga tradisional, melainkan juga ajang silaturahmi, pelestarian budaya, dan simbol kebersamaan masyarakat Kuansing,” ujar Bupati Kuansing Drs. H. Suhardiman Amby, Ak., M.M., saat membuka acara. Ia juga menambahkan bahwa ke depan Pemkab akan mengusulkan Pacu Jalur sebagai kandidat warisan budaya dunia ke UNESCO melalui jalur diplomasi budaya.
Festival ini juga turut menggeliatkan ekonomi lokal. Menurut data dari Dinas Pariwisata Kuansing, selama lima hari pelaksanaan Pacu Jalur, jumlah kunjungan wisatawan mencapai lebih dari 95.000 orang, dengan estimasi perputaran uang di sektor UMKM, penginapan, dan transportasi mencapai Rp 12 miliar. Produk kerajinan tangan, kuliner tradisional seperti lemang dan rendang pucuk ubi laris manis selama event berlangsung.
Beberapa content creator nasional seperti Fiersa Besari, Agung Hapsah, dan Nanda Arsyinta juga turut hadir dan membagikan pengalaman mereka menyaksikan Pacu Jalur di media sosial. Video mereka berhasil menarik perhatian jutaan warganet dan menjadikan #PacuJalur2025 sempat menjadi trending topic di platform X (Twitter) dan TikTok.
Pemuda Kuansing juga tidak mau ketinggalan. Komunitas digital lokal seperti Kuansing Viral, Pacu Jalur Lovers, dan Explore Kuansing aktif mempublikasikan live update, video highlight, dan edukasi sejarah Pacu Jalur kepada publik dunia melalui kanal YouTube dan Instagram.
Dengan semangat masyarakat yang tinggi, dukungan pemerintah daerah, serta perhatian publik nasional dan internasional, Pacu Jalur Kuansing kian mendunia, menjadi warisan yang tidak hanya dibanggakan, tapi juga layak dijaga lintas generasi.
Komentar
Posting Komentar